GOW Kabupaten Malang Perkuat Sinergi, Dorong Perempuan Mandiri dan Berkualitas
MALANG – Semangat baru mewarnai kiprah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Malang. Pasca Musyawarah Kerja (Musker) ke-7 yang digelar Juli 2026, kepengurusan baru GOW langsung bergerak memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Malang untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Langkah tersebut ditandai dengan audiensi pengurus baru GOW Kabupaten Malang bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (10/9) pagi.
Audiensi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus menyelaraskan program kerja GOW dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang.
Ketua GOW Kabupaten Malang terpilih, Laila Nugroho, menyampaikan bahwa GOW merupakan wadah bersama yang menaungi 21 organisasi wanita di Kabupaten Malang. Dengan potensi tersebut, GOW dinilai memiliki kekuatan besar untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan dan peningkatan kualitas perempuan di berbagai bidang.
“GOW menaungi 21 organisasi wanita. Kami berharap keberadaan GOW dapat semakin memberikan manfaat dan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Malang,” ujar Laila.
Salah satu agenda penting yang dibahas dalam audiensi adalah kebutuhan sekretariat tetap atau basecamp bagi GOW. Selama beberapa periode, sekretariat GOW masih berpindah-pindah sehingga dinilai kurang optimal dalam menunjang koordinasi dan pelaksanaan kegiatan.
GOW berharap Pemerintah Kabupaten Malang dapat memberikan dukungan berupa tempat yang representatif untuk dijadikan sekretariat bersama. “Kami berharap ada tempat yang bisa dialokasikan untuk GOW, sehingga koordinasi antar-21 organisasi dapat berjalan lebih maksimal,” ungkap Laila.
Menanggapi usulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang mendorong GOW untuk menyampaikan permohonan secara resmi kepada Bupati Malang. Usulan tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dengan memperhatikan keberadaan organisasi perempuan lainnya yang telah memiliki fasilitas sekretariat, seperti PKK dan Dharma Wanita.
Tak hanya persoalan fasilitas, audiensi juga menghasilkan pembahasan strategis terkait penguatan program pemberdayaan perempuan. Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyambut positif langkah GOW untuk memperkuat kolaborasi.
Ke depan, sinergi diarahkan pada pembangunan nonfisik, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan serta penyiapan generasi penerus yang berkualitas.
Sejumlah peluang kolaborasi pun terbuka, mulai dari fasilitasi pengajuan dana hibah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), pelibatan GOW dalam berbagai kegiatan perangkat daerah pada sisa tahun 2026 hingga perencanaan program dan anggaran 2027, hingga kerja sama dalam pendampingan penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) dan program pemberdayaan perempuan lainnya.
Wakil Bupati Malang, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas manusia, khususnya perempuan sebagai salah satu pilar penting keluarga dan masyarakat, juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Pembangunan itu tidak hanya fisik. Apa yang kita tangani bersama GOW adalah pembangunan nonfisik yang sangat vital bagi masa depan Kabupaten Malang,” tegas Wabup Malang.
Dengan kepengurusan baru yang lebih demokratis dan tidak lagi bersifat ex-officio, GOW Kabupaten Malang diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang semakin dinamis, mandiri, dan adaptif terhadap kebutuhan perempuan.
Kolaborasi antara GOW dan Pemerintah Kabupaten Malang pun diharapkan tidak berhenti pada audiensi, tetapi berlanjut menjadi program nyata yang mampu menghadirkan perempuan yang berdaya, mandiri, berkualitas, dan memiliki. Kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Malang. (prokopim/day)